Senin, 29 Oktober 2018

Tari Serimpi


Tari Serimpi adalah tarian klasik Keraton  Yogyakarta yang ditarikan beberapa penari wanita anggun.Gerakan yang pelan dan lembut menunjukkan kesopanan dan kelemah lembutan budaya keraton.
    Menurut sejarahnya, Tari Serimpi ini sudah ada sejak masa kerajaan Mataram pada pemerintahan Sultan Agung. Saat itu tarian ini merupakan salah satu tarian yang sakral, yang hanya dipentaskan di dalam lingkungan Keraton untuk acara kenegaraan dan peringatan kenaikan tahta Sultan. Karena sifatnya yang sakral, penari yang di gunakan juga merupakan penari yang sudah terpilih oleh keluarga Kerajaan. Namun setelah Kerajaan Mataram pecah menjadi dua yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta, tarian ini mulai mengalami perubahan dalam segi gerakan walaupun inti dari tarian ini masih sama




           Nama serimpi juga dikaitkan dengan 4 unsur dalam kehidupan manusia yang mewakili 4 orang penari, yaitu grama (api), angin (udara), toya (air), dan bumi (tanah). Kata serimpi berkaitan dengan makna impi atau mimpi. Saat menyaksikan tari serimpi, penonton terbawa alunan musik dan gerak lembut penari sehingga seolah-olah penonton masuk ke dalam dunia mimpi.
            Tari Serimpi ini dari masa ke masa telah mengalami berbagai pengembangan, diantaranya dari segi durasi dan pakaian yang dikenakan. Selain itu tarian ini juga tergolong menjadi beberapa jenis. Di Yogyakarta sendiri Tari Serimpi terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya, Serimpi Babul Layar, Serimpi Dhempel, dan Serimpi Genjung. Di Kesunanan surakarta terbagi menjadi Serimpi Anglir Mendung dan Serimpi Bondan. Selain itu bentuk Tari Serimpi lainnya adalah Tari Serimpi renggawati. Pada Tari Serimpi renggawati dipentaskan oleh lima orang, tidak seperti Tari Serimpi pada umumnya yang dipentaskan oleh empat orang.

           Pada zaman dulu, busana yang digunakan adalah pakaian pengantin putri Yogyakarta. Saat ini busana yang digunakan adalah baju tanpa lengan berwarna cerah dan kain jarik (kain batik bermotif).Kepala penari menggunakan rambut gelungan yang dihiasi dengan bunga dan hiasan kepala bulu burung kasuari. Penari dihiasi dengan beberapa aksesoris seperti kalung, gelang, dan anting.Selendang diikat di pinggang. Biasanya keris diselipkan di bagian depan menyilang ke kiri untuk menari, ada juga yang menggunakan pistol. Penari dirias dengan tata rias khas Jawa.
            Dalam pertunjukan Tari Serimpi ini diiringi dengan gamelan khas dari Yogyakarta. Pada saat penari keluar dan masuk, penari diiringi gending sabrangan. Setelah penari menari diiringi dengan gendhing ageng atau gendhing tengahan yang kemudian di lanjutkan gendhing ladrang. Pada saat adegan perang diiringi dengan ayak – ayakan dan srebengan.

           Walaupun dulunya merupakan tarian sakral yang hanya ditampilkan di dalam Keraton Yogyakarta saja, namun Tari Serimpi ini mulai dikenalkan ke masyarakat luas. Dalam perkembangannya, tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu besar dan acara budaya di Yogyakarta. Sampai sekarang pun Tari Serimpi ini juga tetap dianggap salah satu kesenian pusaka Kesultanan Yogyakarta.



Cukup sekian pengenalan tentang “Tari Serimpi Tarian Tradisional dari Yogyakarta”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang tarian tradisional di indonesia