Jumat, 22 Februari 2019

EKONOMI KREATIF DI MAGELANG




EKONOMI KREATIF DI DAERAH MAGELANG

Hasil gambar untuk ekonomi kreatif

           Hey Kawan, apa kabar kalian hari ini? Semoga selalu semangat belajar, ya! Hayo, siapa di antara kalian yang kalau sudah besar nanti mau menjadi wirausahawan? Para wirausahawan ini berperan besar dalam pengembangan sektor ekonomi, khususnya sektor ekonomi kreatif, lho. Apakah kalian pernah mendengar konsep ekonomi kreatif? Belum kan? Yuk, mari kita simak bersama mengapa konsep ekonomi kreatif sangat penting!
            Nah, kalian sudah tahu belum sih apa itu konsep ekonomi kreatif? Konsep ekonomi kreatif merupakan konsep yang mengutamakan kemampuan berkreativitas dan berinovasi. Konsep ini juga mengandalkan sumber daya manusia untuk mencapai kesejahteraan. Selain itu konsep ini memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Indonesia sendiri memiliki banyak sektor ekonomi kreatif, lho! Banyak bangeeeet! Apa saja, sih? 
Nah ini dibawah ini merupakan sektor-sektor ekonomi kreatif di Indonesia:
  1. Kuliner 
  2. Periklanan
  3. Arsitektur
  4. Kerajinan
  5. Fashion Show
  6. Seni Rupa 
  7. Musik
  8. Pertunjukan/Teater
Nah untuk kali ini aku akan berikan penjelan tenatang salah satu ekonomi kreatif di daerahku dalam sektor kerajinan.

Hasil gambar untuk kerajinan batu cobek

EKONOMI KREATIF KERAJINAN BATU "COBEK" DI DAERAH MUNTILAN, MAGELANG


    Sebelum itu aku jelasin dulu tentang apa sih itu cobek? tapi kebanyakan dari kaliyan pasti sudah banyak yang tahu, nih aku kasioh penjelasannya:
Cobek dan ulekan adalah sepasang alat yang telah digunakan sejak zaman purbakala untuk menumbuk, menggiling, melumat, mengulek, dan mencampur bahan-bahan tertentu (misalnya bumbu dapur,rempah-rempah, jamuatau obat-obatan Istilah cobek merujuk kepada sejenis mangkuk sebagai alas untuk kegiatan menumbuk atau mengulek, sementara ulekan merujuk kepada benda tumpul memanjang seperti pentungan yang dapat digenggam tangan untuk menumbuk atau mengulek suatu bahan. Baik cobek ataupun ulekan biasanya dibuat dari bahan yang keras, misalnya kayu keras, batu, keramik, atau logam.
Cobek dan ulekan telah lama digunakan sebagai alat dapur dalam proses masak-masak hingga kini.


Selanjutnya aku kasih tau nih gimana sih proses pembuatannya:
1: Mempersiapkan Batu Alam
2: Batu Alam Diukur dan dibentuk kasar
3 (Utama): Pembubutan Cobek Batu
Tahap 4 (Akhir): Finishing

       Nah itulah uraian singakat tentang kerajian batu "cobek" tapi kerajian cobek tak selalu bner=tuknya dibuat biasa, di daerah muntilan dibuat dengan berbagai bentuk dan ukuran agar dapat menarik minat para konsumen. Jika anda berkunjung ke daerah Muntilan pasti banyak kios-kios yang menjual kerajian batu tersebut. tak hanya cobekl di daerah sana pun terdapat berbagai kerajian dari batu seperti patung. 


      

Senin, 29 Oktober 2018

Tari Serimpi


Tari Serimpi adalah tarian klasik Keraton  Yogyakarta yang ditarikan beberapa penari wanita anggun.Gerakan yang pelan dan lembut menunjukkan kesopanan dan kelemah lembutan budaya keraton.
    Menurut sejarahnya, Tari Serimpi ini sudah ada sejak masa kerajaan Mataram pada pemerintahan Sultan Agung. Saat itu tarian ini merupakan salah satu tarian yang sakral, yang hanya dipentaskan di dalam lingkungan Keraton untuk acara kenegaraan dan peringatan kenaikan tahta Sultan. Karena sifatnya yang sakral, penari yang di gunakan juga merupakan penari yang sudah terpilih oleh keluarga Kerajaan. Namun setelah Kerajaan Mataram pecah menjadi dua yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta, tarian ini mulai mengalami perubahan dalam segi gerakan walaupun inti dari tarian ini masih sama




           Nama serimpi juga dikaitkan dengan 4 unsur dalam kehidupan manusia yang mewakili 4 orang penari, yaitu grama (api), angin (udara), toya (air), dan bumi (tanah). Kata serimpi berkaitan dengan makna impi atau mimpi. Saat menyaksikan tari serimpi, penonton terbawa alunan musik dan gerak lembut penari sehingga seolah-olah penonton masuk ke dalam dunia mimpi.
            Tari Serimpi ini dari masa ke masa telah mengalami berbagai pengembangan, diantaranya dari segi durasi dan pakaian yang dikenakan. Selain itu tarian ini juga tergolong menjadi beberapa jenis. Di Yogyakarta sendiri Tari Serimpi terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya, Serimpi Babul Layar, Serimpi Dhempel, dan Serimpi Genjung. Di Kesunanan surakarta terbagi menjadi Serimpi Anglir Mendung dan Serimpi Bondan. Selain itu bentuk Tari Serimpi lainnya adalah Tari Serimpi renggawati. Pada Tari Serimpi renggawati dipentaskan oleh lima orang, tidak seperti Tari Serimpi pada umumnya yang dipentaskan oleh empat orang.

           Pada zaman dulu, busana yang digunakan adalah pakaian pengantin putri Yogyakarta. Saat ini busana yang digunakan adalah baju tanpa lengan berwarna cerah dan kain jarik (kain batik bermotif).Kepala penari menggunakan rambut gelungan yang dihiasi dengan bunga dan hiasan kepala bulu burung kasuari. Penari dihiasi dengan beberapa aksesoris seperti kalung, gelang, dan anting.Selendang diikat di pinggang. Biasanya keris diselipkan di bagian depan menyilang ke kiri untuk menari, ada juga yang menggunakan pistol. Penari dirias dengan tata rias khas Jawa.
            Dalam pertunjukan Tari Serimpi ini diiringi dengan gamelan khas dari Yogyakarta. Pada saat penari keluar dan masuk, penari diiringi gending sabrangan. Setelah penari menari diiringi dengan gendhing ageng atau gendhing tengahan yang kemudian di lanjutkan gendhing ladrang. Pada saat adegan perang diiringi dengan ayak – ayakan dan srebengan.

           Walaupun dulunya merupakan tarian sakral yang hanya ditampilkan di dalam Keraton Yogyakarta saja, namun Tari Serimpi ini mulai dikenalkan ke masyarakat luas. Dalam perkembangannya, tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu besar dan acara budaya di Yogyakarta. Sampai sekarang pun Tari Serimpi ini juga tetap dianggap salah satu kesenian pusaka Kesultanan Yogyakarta.



Cukup sekian pengenalan tentang “Tari Serimpi Tarian Tradisional dari Yogyakarta”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang tarian tradisional di indonesia